IMUNISASI ANAK

Perlindungan terhadap kesehatan anak Anda adalah prioritas bagi kami. RSIA Prima Medika memahami bahwa kesehatan Anda dan keluarga adalah hal yang sangat penting, terutama kesehatan buah hati. Imunisasi adalah cara terbaik untuk melindungi buah hati Anda dari penyakit. Jadwalkan imunisasi dasar anak Anda sejak kelahirannya karena bayi dan balita sangat rentan terhadap penyakit. Dengan melakukan imunisasi anak, Anda dapat melindungi keluarga Anda dan lingkungan Anda agar tetap sehat.

Imunisasi telah menjadi program pencegahan penyakit di seluruh dunia. Semua negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki program imunisasi masing-masing untuk mengurangi risiko penularan penyakit tertentu dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menerapkan imunisasi bagi anak sejak usia 0 hingga 18 tahun.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan rekomendasi jadwal imunisasi yang menjadi pedoman fasilitas kesehatan. IDAI menyusun rekomendasi ini berdasarkan perkembangan terbaru mengenai program imunisasi dan hasil penelitian imunisasi secara global. Karena itu, terdapat pembaruan dalam rekomendasi IDAI, seperti yang ada dalam jadwal imunisasi 2020.

Pengertian dan Jenis Imunisasi Anak

Imunisasi anak adalah pemberian vaksin kepada anak untuk mencegah penularan penyakit tertentu. Vaksin adalah zat yang berfungsi membantu membentuk kekebalan tubuh atau imunitas terhadap infeksi sejumlah penyakit menular. Vaksin berasal dari kuman yang dilemahkan atau dimatikan.

Indonesia mengenal konsep imunisasi rutin lengkap yang terdiri atas dua jenis imunisasi, yaitu dasar dan imunisasi lanjutan. Pelaksanaan dua jenis imunisasi anak itu bergantung pada usia anak. Anak memerlukan imunisasi dasar sebagai langkah pencegahan utama. Imunisasi lanjutan tak kalah penting guna menjaga imunitas tetap optimal seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, ada imunisasi ulangan atau booster sebagai penguat kekebalan.

Manfaat Imunisasi

Imunisasi merupakan salah satu cara melawan penyakit serius. Jika sudah mendapat imunisasi, tubuh akan lebih mampu menghadapi dan mengalahkan infeksi penyakit. Terdapat dua manfaat imunisasi yang utama, yakni bagi anak dan bagi masyarakat umum.

Ketika anak mendapat imunisasi, mereka telah membantu melindungi kesehatan masyarakat umum secara keseluruhan. Sebab, saat sudah cukup jumlah orang dalam suatu komunitas yang kebal terhadap infeksi, makin sulit penyakit itu menyebar dan menulari orang lain yang belum diimunisasi. Kondisi ini disebut sebagai herd immunity atau kekebalan komunitas. Jadi secara tidak langsung anak yang menerima imunisasi telah berkontribusi terhadap komunitasnya dalam hal kesehatan.

Jadwal Imunisasi Anak

Sesuai jadwal imunisasi anak 2020 keluaran IDAI, terdapat sejumlah perubahan dari rekomendasi sebelumnya. Berikut ini rinciannya:

1. Vaksin Hepatitis B

Vaksin pertama diberikan dalam 24 jam setelah bayi lahir, jika berat badan bayi mencapai > 2000 gram dan jika berat badan bayi belum mencapai 2000 gram, vaksin Hep B pertama ditunda sampai berumur atau lebih kecuali ibu bayi menderita hepatitis B terbukti dari pemeriksaan laboratorium. Vaksin selanjutnya diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
Satu kali booster: usia 18 bulan

2. Vaksin Polio

Vaksin Polio (0) diberikan segera setelah bayi lahir. 

Empat kali primer: usia 0-1, 2, 3, dan 4 bulan
Satu kali booster: usia 18 bulan

3. Vaksin BCG

Pemberian vaksin yaitu satu (1) kali primer: usia 0-1 bulan

4. Vaksin DTP

Tiga kali primer: usia 2, 3, dan 4 bulan
Dua kali booster: usia 18 bulan dan 5-7 tahun

Jika diberikan sesudah usia 7 tahun, digunakan vaksin Td atau Tdap. Booster Td diberikan kembali saat kelas 5 SD , selanjutnya di ulang setiap 10 tahun

5. Vaksin Hib

Tiga kali primer: usia 2, 3, dan 4 bulan
Satu kali booster: usia 18 bulan

6. Vaksin PCV

Tiga kali primer: usia 2, 4, dan 6 bulan

Satu kali booster: usia 12-15 bulan

7. Vaksin Rotavirus

Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali. Dosis pertama diberikan mulai umur 6 minggu, dosis kedua diberikan dengan interval minimal 4 minggu dan harus selesai pada umur 24 minggu.

Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama 6-12 minggu, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4-10 minggu, harus selesai pada umur 32 minggu.

8. Vaksin Influenza

Vaksin Influenza mulai diberikan pada usia 6 bulan. Jika pertama kali vaksin influenza diberikan pada usia < 9 tahun, maka vaksin diberikan 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu
Diulang setahun sekali pada usia 18 bulan-18 tahun

9. Vaksin MR/MMR

Satu kali primer MR: usia 9 bulan
Ulangan MR/MMR: usia 18 bulan dan 5-7 tahun

10. Vaksin Japanese encephalitis

Satu kali primer: usia 9 bulan
Satu kali booster: usia 2-3 tahun

11. Vaksin Varisela

Dua kali primer: usia 12-15 bulan dengan interval 6 pekan-3 bulan. Pada usia >= 13 tahun diberikan dengan interval 4-6mg

12. Vaksin Hepatitis A

Dua kali primer: usia 12-15 bulan dengan interval 6-36 bulan

13. Vaksin Tifoid

Satu kali primer: usia 24 bulan
Diulang per tiga tahun sekali pada usia 5-18 tahun

14. Vaksin HPV

Diberikan pada anak perempuan

Dua kali diberikan pada usia 9-14 tahun dengan interval 6-15 bulan

Jika diberikan usia 15 tahun atau lebih, vaksin diberikan 3 kali dengan jarak 0,1,6 bulan (vaksin bivalen) atau jarak 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalent)

15. Vaksin Dengue

Tiga kali primer: usia 9-16 tahun dengan interval 6 bulan

Vaksin dengue hanya diberikan pada anak yang pernah mengalami infeksi dengue, yang dibuktikan dari pemeriksaan laboratorium